KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
25. St. Dionisius (259-268)
Dionisius adalah kelahiran Tuno. Dia adalah seorang imam yang sederhana. Dia terpilih sebagai paus pada 22 Juli 259 setahun setelah Paus Sikstus II wafat, karena pengejaran dan penganiayaan yang dilakukan oleh penguasa Valerianus saat itu. Ia bersyukur karena kebebasan dan keterbukaan dinikmati oleh orang-orang Kristen di bawah Kaisar baru Gallienus, anak dari Valerianus. Dengan demikian Dionisius mampu mengkhususkan dirinya untuk menangani persoalan-persoalan internal Gereja. Ia mengatur kembali Gereja-gereja di Roma dengan membangun kembali komunitas yang telah tercerai berai akibat penganiayaan serta menangani orang-orang Kristen yang memperoleh pembebasan oleh Kaisar Gallienus. Dia berjuang keras untuk penetapan Doktrin Tritunggal Maha Kudus sebagai Satu Pribadi, pada sebuah sidang Dewan tahun 265. Dionisius wafat pada 26 Desember 268 dan dimakamkan di pemakaman St. Kallikstus.
|